sebelum saya menulis saya akan membaca "bismillahirrahmanirrohim"
ini adalah tulisan pertama saya, sudah lama sih niat mau menulis, tapi kemalasan yang menghalangi pintu itu *sokpuitis. tapi memang kemalasan itu merupakan bijih penghambat yang sangat berbahaya, analoginya seperti ini, ada sebuah pipa aliran air, pipa ini satu-satu nya yang dapat dialiri air dalam sebuah rumah, segala sumber air dari luar dialiri melalui pipa ini kedalam rumah, tetapi suatu saat ada aliran air yang bisa dikatakan kurang jernih ikut teraliri kedalam pipa tersebut dan terbawa lah sebuah bijih asing yang ikut terbawa aliran air kurang jernih tersebut dan akhirnya tersangkut kedalam pipa tersebut, dan air pun tidak dapat lagi mengalir kedalam rumah, dan akhirnya penghuni rumah itu pun mati kehausan karena tidak ada air, the end. ini lah sedikit analogi horror yang saya tulis. tapi begitulah kira-kira kemalasan itu, dapat menghambat potensi yang kita miliki, biasanya kemalasan itu timbul karena pengaruh lingkungan, bagaimana mungkin seseorang dapat bangun pagi di hari libur suasana diluar mendung dan daya gravitasi kasur yang semakin besar *lazyexpert hha begitu lah yang selalu saya pikirkan sebenarnya, tapi tanpa disadari hal itulah yang sebenarnya menghancurkan masa depan anda dikit demi sedikit, awalnya emang asik malas-malasan tetapi akhirnya dapat ketagihan bukan di hari libur aja yang malas-malasan tetapi setiap hari, dan mulai dari sini lah potensi anda akan tertutup oleh kemalasan ini, dan semenjak teknologi yang berkembang maka begitu juga dengan kemalasan, kemudahan mengakses informasi sebenarnya juga dapat meningkatkan laziness level dan dapat membuat anda menjadi couch potato (kalo gak tau cari di gugel) , tapi menurut saya memang teknologi ini lah yang sangat mendukung laziness level kita meningkat, setiap pagi hal yang pertama dicari pasti lah gadget, dan hal yang paling asyik ketika baru bangun tidur adalah mengcheck trending topic , updates bbm, newfeed facebook dan instagram, tanpa disadari hal ini dilakukan berjam-jam, dan kemudahan yang ditawarkan oleh gadget ini memang dapat membuat laziness semakin meningkat, belanja aja gak perlu lagi keluar rumah, tinggal buka toko online bayar melalui sms banking dan tibalah barang yang di beli itu kerumah, amazing sekali bukan. saya tidak terpikir lagi kalau teknologi dan segala kemudahan yang ditawarkannya akan terus berkembang, mungkin 10 tahun lagi segala sesuatunya dapat dilakukan dari dalam rumah, sekolah melalui webcam, dan semua toko kelontong di deket rumah sudah buat online shopnya sendiri maka kita bisa belanja cabe hanya melalui gadget.
kembali ke topik pembicaraan tentang kemalasan tadi, jadi yang ingin saya sampaikan disini, kemalasan ini tidak ada obatnya , hanya diri sendiri yang dapat mengurangi laziness level ini, mulai berpikir dan melakukan apa yang menjadi passion kalian, jangan ada alasan lagi, just do it, jangan banyak pikir selam itu positif lakukan saja jangan banyak pikir, karena kalo hanya dipikir maka itu hanya sebatas cerita saja, saya selaku penulis juga masih dalam tahap rehabilitasi dari laziness ini, mencoba melakukan sesuatu apa lah itu yang jelas lakukan sesuatu, karena hanya ini lah terapi dalam mengurangi laziness level.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar